JituBerita - Dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 dalam putaran kedua ini, calon gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mempunyai cara berkampanye yang berbeda jika dibandingkan dengan cagub dan cawagub lainnya. Ia lebih banyak gunakan waktunya berkampanye untuk menjenguk warga yang sedang terbaring sakit dirumahnya.
Pada saat menjenguk warga, ternayata Ahok lebih banyak menanyakan soal mengenai fasilitas kesehatan kepada warganya dari pada ajakan untuk memilih. Selan itu, Ahok juga banyak memanfaatkan media sosial untuk lakukan kampanyenya, seperti melalui tayangan "Ahok Show" dan "Kepoin Pelayan Jakarta".
Beberapa hasil rilis terbaru dari lembaga survei, elektabilitas pasangan Calon Gubernur Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dan calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat kalah dibandingkan pasangan calon gubernur-wakil gubernur nomor pemilihan tiga DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Meskipun kalah dari survei, Ahok mengaku tidak akan mengubah strateginya dengan menjenguk warga yang sakit. Karena dia menyebut kegiatannya itu sekaligus untuk mengevaluasi kinerja Dinas Kesehatan DKI Jakarta, melalui program "Ketuk Pintu Layani dengan Hati".
Program itu menugaskan para dokter, perawat, dan bidan dari puskesmas setempat untuk datang ke rumah serta memeriksakan kesehatan warga. Pada Rabu kemarin, Ahok juga menggunakan waktunya untuk menjenguk salah satu warga Gandaria Selatan yang bernama Suhadi Mulyono, yang sudah menderita stroke selama lima tahun. Ahok juga mengimbau Suhadi agar menjaga pola makan dan selalu berpikir positif dan Ahok juga merayu Suhadi untuk mau dirawat di panti sosial.
Jika dirinya tak lagi menjadi gubernur, Ahok menginginkan gubernur setelahnya untuk dapat melanjutkan sistem yang sudah ia bangun itu. Seperti contohnya program "Ketuk Pintu Layani dengan Hati" serta pemberian subsidi bagi warga DKI pemegang BPJS Kesehatan.

